Bedanya Reseller dan Dropshiper

  • Whatsapp
Bedanya Reseller dan Dropshiper

Arti Reseller

Secara umum, reseller berarti menjual kembali. Maksudnya reseller adalah orang yang membeli barang dari supplier atau pedagang lain, kemudian ia menjualnya lagi kepada konsumen dengan harga lebih tinggi. Selisih harga jual kepada konsumen dan harga beli dari supplier menjadi keuntungan bagi para reseller.

Reseller membeli barang dari pedagang besar, distributor resmi, atau supplier grosir agar mendapat harga lebih murah. Kemudian reseller akan menjual kembali kepada konsumen dengan harga yang sudah dinaikkan.

Coba perhatikan, berapa banyak barang yang dapat kita jual kembali di internet? Apabila terdapat barang yang belum ada dijual di marketplace, Kamu dapat mengambil kesempatan untuk menjajakan barang tersebut di internet. Dengan begitu, Kamu sudah menjadi seorang reseller.

Cara Kerja Reseller

Setelah memahami arti dari kata reseller, selanjutnya Kamu juga harus memahami bagaimana cara kerja reseller agar bisa menjadi seorang reseller sukses.

Seperti yang telah Kami jelaskan di atas, reseller mengambil untung dari barang yang ia jual kembali dengan harga lebih tinggi daripada harga beli.

Contoh reseller…

Kamu membeli 1 lusin batik dari sebuah toko grosir batik seharga Rp75.000 per buah. Lalu kamu menjualnya secara online dengan harga Rp100.000. Maka Kamu telah menjadi seorang reseller.

Atau Kamu juga bisa membeli suatu barang dalam jumlah besar dari sebuah toko online dan menjualnya kembali dengan mengambil keuntungan. Ini merupakan cara kerja dasar reseller.

Jadi dengan menjadi reseller, Kamu akan memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

  • Reseller tidak perlu membuat atau memproduksi barang sendiri.
  • Reseller tidak terbatas hanya memasarkan atau menjual satu produk saja.
  • Reseller dapat mengatur sendiri harga jual atau besarnya keuntungan yang ingin diambil.
  • Reseller terkadang bisa mendapat bonus, komisi, atau diskon dari supplier/distributor apabila menjualkan produk mereka dalam jumlah banyak.

Namun begitu, kekurangan dari sistem reseller yaitu:

  • Reseller harus menyediakan stok barang dalam jumlah banyak.
  • Karena reseller harus menyetok barang dalam jumlah yang tidak sedikit, tentu saja hal ini memerlukan ketersediaan tempat/memakan tempat yang besar atau luas.
  • Reseller membutuhkan modal (untuk membeli stok barang).

 

Dropship

Untuk pengertian dari dropship itu sendiri yaitu, cara atau teknik yang digunakan untuk melakukan pemasaran melalui online, yang mana untuk pelaku bisnis market online ataupun penjual diharuskan menyimpan stok barang yang ada. Hal ini dikarenakan pada saat penjual mendapatkan orderan, maka untuk bisa meneruskan orderan tersebut harus melakukan pengecekan barang dan detail pengiriman kepada pihak produsen. Dropship akan bekerja sama dengan pihak distributor ataupun supplier.

Cara Kerja Dropship

Dropship yaitu memasarkan suatu produk yang ingin dijual dengan bermodalkan foto-foto, caption, kata-kata khas digital marketing atau copywriting yang bersifat persuasif dengan tujuan agar konsumen membeli produk tersebut lewat mereka.

Setelah mendapatkan pembeli, dropshipper akan menghubungi penjual. Lalu penjual akan mengemas dan mengirimkan barang tersebut kepada pembeli.

Sebagai contoh…

Tiara membuat sebuah toko online yang menjual sepatu wanita dengan nama toko ‘TiaraShoes’. Ia berjualan dengan sistem dropship. Ia menghubungi sebuah toko sepatu bernama ‘TokoSepatuSukses’ dan membuat kesepakatan dropship dengan toko sepatu tersebut.

Tiara menjatuhkan pilihan pada toko sepatu tersebut karena ia sudah mengetahui kualitas produk dan harga grosir di TokoSepatuSukses. Ini merupakan salah satu tips jika Kamu berminat berjualan online dengan sistem dropship.

1. Kamu harus memastikan produknya berkualitas (kamu sudah pernah membeli serta menggunakan sendiri produk tersebut).

2. Mintalah harga untuk dijual kembali.

Tiara meminta katalog foto-foto sepatu dari TokoSepatuSukses dan mempostingnya di toko pribadinya TiaraShoes. Ketika ada pembeli yang memesan sepatu di tokonya, Tiara langsung mem-forward order (pesanan) tersebut kepada TokoSepatuSukses. TokoSepatuSukses yang akan mengemas dan mengirimkan sepatu tersebut kepada pembeli dari toko TiaraShoes tadi.

Keuntungan sistem dropship antara lain adalah:

  • Dropship tidak membutuhkan modal sama sekali.
  • Dropship tidak memerlukan space atau ruang tempat penyimpanan barang sama sekali.
  • Dropship tidak perlu membuat atau memproduksi barang sendiri.
  • Dropship tidak terbatas hanya memasarkan atau menjual satu produk saja.

 

Perbedaan Antara Dropship dan Reseller
Letak perbedaan diantara keduanya yaitu antara dropship dan reseller ternyata tidak hanya pada bagian stok barang saja. Akan tetapi juga ada beberapa perbedaan yang perlu diketahui lebih rinci lagi, terutama bagi Anda yang berencana ingin menjalankan bisnis online. Untuk lebih jelasnya lagi, Anda bisa mengikuti penjelasan berikut:

  1. Modal yang dikeluarkan
    Berbicara mengenai modal yang harus dikeluarkan, antara dropship dan reseller memiliki jumlah modal yang tidak sama. Seperti yang telah dijelaskan pada uraian diatas bahwa untuk seorang reseller diharuskan untuk memiliki stok barang pada jumlah yang cukup banyak, sehingga secara tidak langsung, reseller harus mempunyai modal yang cukup besar.
    Hal ini tentu berbeda dengan pihak dropshipper yang mana untuk modal yang dikeluarkan hanya pulsa dan kuota internet saja. Karena memang untuk pihak dropshipper ini tidak perlu melakukan penyetokan barang. Sebab itu jika Anda ingin menjalankan sebuah bisnis tanpa harus mengeluarkan banyak modal, maka menjadi dropshiper bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat.
  2. Keuntungan yang didapatkan
    Perbedaan yang terlihat antara dropship dengan reseller yaitu pada segi keuntungan yang didapatkan. Untuk pihak reseller tentunya akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pihak dropshipper. Penyebabnya yaitu karena untuk pihak reseller tentunya mendapatkan harga yang jauh lebih kompetitif.
    Untuk caranya yaitu dengan melakukan pembelian produk yang hendak dijual pada jumlah yang cukup banyak pada pihak supplier, distributor, maupun produsen. Dari sinilah maka pihak reseller merasa lebih leluasa pada saat akan menjual berbagai produk atau barang-barangnya meskipun memberikan harga dengan selisih yang cukup tinggi.
    Disinilah letak keuntungan yang didapatkan oleh reseller. Semakin memberikan selisih harga yang cukup besar, tentunya keuntungan yang didapatkan nya pun juga lebih banyak.
  3. Dari segi strategi pemasaran
    Dropshipper dan reseller juga memiliki letak perbedaan dari segi strategi pemasarannya, yang mana untuk reseller akan menawarkan produk dan barang yang dijualnya secara langsung kepada konsumen atau pembeli. Hal ini dikarenakan untuk pihak reseller tentunya mempunyai stok barang yang jauh lebih besar. sementara untuk dropshiper tidak memiliki strategi pemasaran yang sama, karena tidak mempunyai stok barang.
    Salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh pihak dropshiper yaitu dengan melakukan penjualan produk-produknya melalui sosial media. Misalnya saja seperti Facebook, Instagram, website, Twitter ataupun melalui sosial media yang lainnya. Apabila dropshipper mendapatkan pembeli, maka dropshipper akan menghubungi supplier untuk membeli barang yang dipesan oleh pembeli.
  4. Resiko yang didapatkan
    Untuk Resiko yang didapatkan antara dropship dengan reseller tentunya juga tidaklah sama, karena untuk resiko yang didapatkan oleh reseller mempunyai tingkat kerugian yang jauh lebih tinggi dibandingkan pada pihak dropshipper. Salah satu penyebabnya yaitu pihak reseller akan melakukan penyimpanan stok barang, sehingga apabila tidak laku tentu hal ini mengalami kerugian yang cukup besar.
    Hal ini berbeda dengan tingkat dropshiper yang tidak memiliki resiko kerugian apabila produk yang dijualnya tidak laku. Hal ini dikarenakan pihak dropshiper tidak melakukan penyetokan barang. Dengan hal ini apabila Anda masih merasa ragu karena sebagai pemula yang menjalankan bisnis online, menjadi dropshipper bisa dijadikan sebagai solusinya supaya terhindarkan dari yang namanya kerugian.
  5. Fokus pekerjaannya
    Jika dilihat dari segi fokus pekerjaannya, reseller yang mempunyai tugas dalam mencari calon pembeli yang hendak melakukan pembelian barang-barang atau produk yang ditawarkannya, lalu akan dilanjutkan dengan pengemasan maupun packing barang dan melakukan pengiriman sesuai alamat pembelinya. Hal ini memang dianggap lebih meribetkan dibandingkan dengan dropshiper.
    Untuk fokus pekerjaan dari dropshiper ini Anda tidak perlu ribet pada saat ada pembeli, karena tidak perlu melakukan packing barang ataupun pengirimannya. Sementara dropshipper ini hanya memiliki tugas memasarkan produk atau barangnya saja, kemudian apabila ada pembelian maka hanya menghubungi pihak supplier saja.

Mau menjadi reseller ataupun dropship, keputusannya ada di tanganmu. Tentunya kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem tersebut dapat dijadikan pertimbangan.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments