Berikut Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Membeli Rumah Pertama

  • Whatsapp
Berikut Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Membeli Rumah Pertama

Punyai rumah sendiri mungkin ada pada sasaran hidup tiap orang. Walau tidak terlilit dengan sasaran usia, tetapi biasanya warga mimpi punyai rumah di usia produktif. Lebih muda, bahkan juga lebih bagus. Karena itu, konsentrasi menabung dilaksanakan dengan terus-menerus untuk memperoleh rumah mimpi.

Bila tabungan terlihat telah mencukupi, pasti cara beli rumah harus selekasnya digerakkan. Keadaan hati yang menggelora karena siap beli rumah justru terkadang membuat beberapa orang—terutama konsumen pemula—terjerumus dalam langkah yang keliru.

Read More

Salah cara dapat berbuntut pada penyesalan dan rugi. Kamu tentu tidak mau rasakan penyesalan panjang, kan? Perhatikan beberapa kekeliruan umum yang sudah dilakukan beberapa konsumen rumah berikut, ya!

6 Kekeliruan Umum Saat Beli Rumah

Pilih lokasi tidak vital

Beli rumah pasti harus menimbang lokasinya. Masalahnya rumah yang tidak vital dapat merepotkan beberapa kegiatan yang lain. Misalkan, rumah yang jauh dari angkutan umum akan membuat kamu dan keluarga melancong, bahkan juga harus keluarkan biaya berlebihan.

Apabila sudah mempunyai anak, karena itu beberapa pemikiran lain seperti sekolah paling dekat perlu diperhitungkan. Supaya tidak salah pilih rumah, lebih dulu mencari beberapa akses yang kamu dan keluarga perlukan. Misalkan, rumah sakit atau klinik, pusat belanja, taman kota, pusat kesehatan/olahraga, pom bensin, dan sebagainya. Ya, rumah yang vital bukan hanya memberikan keringanan, tapi juga kehematan biaya dan waktu.

Meremehkan situasi keadaan

Di periode sesudah wabah, kita condong punyai banyak aktivitas di dalam rumah. Dimulai dari sekolah, bekerja, bergabung dengan keluarga, semua di dalam rumah. Karena itu, saat sebelum pilih satu rumah baru, coba lihat sekitar lingkungan. Tentukan waktu tertentu untuk survey, misalkan siang hari untuk menyaksikan apa sekitar lingkungan rumah sarat dengan masalah suara atau mungkin tidak.

Disamping itu, kamu bisa juga menyaksikan situasi keadaan ini dengan coba menanyakan ke tetangga. Cari info adakah suatu hal yang perlu jadi pemikiran kamu dan keluarga.

Janganlah lupa untuk memeriksa apa lingkungan rumah baru itu kerap alami banjir, perampokan, atau hal mengusik yang lain. Disini peranan penting survey. Selainnya menyaksikan keadaan rumah, janganlah lupa check keadaan lingkungannya, ya!

Menyepakati kesepakatan lisan

Pembelian rumah sebagai salah satunya transaksi bisnis yang perlu dan dituruti dengan beberapa dokumen syah. Semuanya yang jadi persetujuan di antara konsumen dan penjual harus ada pada ‘hitam di atas putih’ dan jika memang perlu diperlengkapi dengan meterai.

Jangan sampai menyepakati beragam kesepakatan yang tidak tercatat. Mengapa? Ya, kesepakatan lisan bisa jadi tidak dipenuhi dan memberi rugi untuk konsumen. Apabila sudah terjadi, karena itu kamu dapat menyesal. Karena itu, hal kecil sekalinya perlu dicatat atau bila belum dicatat, dapat direkam lebih dulu.

Belum siap pada ongkos terselinap/tidak tersangka

Ongkos yang dikeluarkan untuk beli rumah bukan hanya nilai jual rumah, lho. Kamu tidak dianjurkan untuk menabung ngepas sama sesuai harga DP atau harga rumah saja. Ada ongkos yang lain ikuti saat transaksi bisnis jual-beli rumah dilaksanakan.

Ada ongkos akte notaris, ongkos check sertifikat, ongkos balik nama, reservasi fee, dan bea atau pajak yang mencakup diantaranya PPN dan BPHTB. Semua ongkos ini tentu saja perlu disiapkan bila tidak mau kaget karena besarnya jumlahnya uang yang hendak kamu mengeluarkan . Maka, sesaat akan beli dan ajukan KPR ke bank, coba untuk lebih dulu lengkapi pengetahuan mengenai ongkos pembelian rumah.

Tidak diasuransikan

Asuransi rumah terlihat sedikit disukai warga. Walau sebenarnya asuransi ini sangat penting. Kamu dapat mendapatkan pelindungan bila satu saat terjadi kebakaran, tersambar petir, perampokan, musibah alam, dan beragam keadaan yang lain.

Untungnya sekarang ini beli rumah dengan sarana KPR sudah sepaket dengan asuransi rumah. Bahkan juga beberapa bank mengharuskan registrasi asuransi rumah saat proses pengajuan KPR. Tetapi bila tidak, janganlah lupa untuk mendaftar rumahmu dalam asuransi rumah sebagai perlakuan protektif yang dapat menghindari kamu mengambil kantong semakin banyak untuk rumah.

Ambil tenor KPR yang tidak pas

Dengan pilih tenor yang semakin lama benar ada ongkos bunga yang semakin besar. Tetapi, pilih KPR dengan tenor paling singkat juga tidak tepat. KPR memberi service dan keringanan untuk mencicil rumah yang kamu membeli. Keinginannya, kamu dapat mengelola keuangan lebih bagus untuk kepentingan yang lain.

Ongkos angsuran yang terlampau besar karena secara singkat tenor angsuran dapat menekan keadaan keuanganmu. Supaya keadaan keuangan masih tetap sehat, coba secara arif hitung kekuatanmu keluarkan tiap bulan dan lama waktunya tenor yang kamu tentukan. Disamping itu, kamu perlu pilih bank yang tawarkan service KPR sesuai kekuatanmu.

Salah satunya penyuplai program KPR ialah BCA. Ada program bunga KPR BCA yang tawarkan beragam keuntungan memikat buat kamu yang ingin beli rumah dengan mekanisme KPR.

BCA KPR BCA selalu datang memberi pengembangan dan inovasi baru untuk merealisasikan rumah mimpi jadi realita. Satu diantaranya dengan mendatangkan suku bunga Final Bertahap yang memberi kejelasan suku bunga enteng sampai delapan tahun untuk pembelian rumah baru atau second.

Berikut pola suku bunga yang dapat kamu peroleh

– Tahun ke-1 s/d tahun ketiga: 4.38 % eff.p.a

– Tahun keempat s/d tahun keenam: 7.68 % eff. p.a

– Tahun ketujuh dan tahun kedelapan: 9.68 % eff. p.a

Program suku bunga Final Bertahap KPR BCA ini makin komplet dengan potongan harga asuransi jiwa sejumlah 15 %. Disamping itu, Credit Kepemilikan Rumah ini dapat diambil secara mudah hanya karena memerlukan document individu dan document property, bekerja bersama dengan beberapa relasi developer dan kantor properti agent paling dipercaya, dan dilaksanakan dengan proses yang cepat dan terbuka. Semua proses pengajuan KPR BCA dapat lewat cara realtime dilihat lewat rumahsaya.bca.co.id.

 

Bukan hanya Suku Bunga Final Bertahap, kamu bisa juga pilih beragam tipe suku bunga yang lain. Makin panjang periode bunga fixed, maka semakin konstan cicilannya. Kamu dapat pilih Suku Bunga Fixed dan Suku Bunga Final dan Cap,

Sepanjang kamu penuhi persyaratan yang sudah ditetapkan, kamu dapat lakukan pengajuan KPR. Berikut persyaratan umum KPR BCA:

– Masyarakat Negara Indonesia

– Umur minimum 18 tahun atau sudah menikah, saat credit usai umur optimal 55 tahun untuk pegawai dan 65 tahun untuk wiraswasta/professional

– Mempunyai pendapatan rutin

– Lengkapi document syarat

 

Ongkos yang penting dibayar calon debitur KPR BCA mencakup provisi sebesar satu % dari plafon yang disepakati; ongkos administrasi; ongkos asuransi jiwa dan kebakaran; ongkos appraisal (untuk rumah second); dan ongkos notaris. Semua ongkos dibayar di saat ikrar credit terkecuali ongkos appraisal yang dibayar di saat awalnya pengajuan KPR.

Siap punyai rumah mimpimu sendiri? Yok, sampaikan KPR BCA saat ini lewat bca.id/bungaspesialkpr, saat ini!

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments