Berikut Strategi Untuk Menarik Karyawan Baru

  • Whatsapp
Berikut Strategi Untuk Menarik Karyawan Baru

Sekarang ini, dengan membaiknya keadaan wabah di Indonesia, ketentuan membolehkan 75 % pegawai untuk bekerja di kantor, dan banyak beberapa perusahaan yang mulai mengaplikasikan oembali work from office.

Tetapi, ini jadi rintangan untuk perusahaan, khususnya untuk menjaga pegawai karena berdasar data JobStreet, selama saat wabah, WFO tidak jadi opsi khusus pegawai.

Berdasar laporan Decoding Global Talenta JobStreet, 68 % pegawai memutuskan untuk bekerja secara gabungan di antara di kantor dan di dalam rumah. Bahkan juga, cuma 9 % pegawai yang memutuskan untuk seutuhnya bekerja dari kantor.

Belum juga trend sepanjang tahun-tahun ini di Indonesia ialah banyak pegawai yang mencari kerja baru sesudah Lebaran dan banyak juga perusahaan yang buka lowongan pada periode ini.

Perusahaan memanglah tidak dapat larang pegawai untuk berpindah dan cari rintangan baru, karenanya perusahan harus juga menyiapkan taktik untuk cari pegawai baru, dan pada saat yang bertepatan usaha menjaga pegawai lama.

Country Pemasaran Manajer JobStreet Indonesia Sawitri Hertoto memaparkan 3 panduan yang perlu dilaksanakan perusahaan untuk menarik pegawai baru dan menjaga pegawai lama.

“Panduan pertama ialah menyiapkan upah dan ganti rugi bersaing. Upah dan ganti rugi sebagai poin utama yang diperhitungkan pegawai saat bekerja dalam suatu perusahaan,” tutur Sawitri dalam tayangan persnya, Senin (2/5/2022).

Sawitri menjelaskan, berdasar data JobStreet, upah menjadi satu diantara dari 3 target utama pegawai. Untuk menarik pegawai baru dan menjaga pegawai lama, perusahaan harus dapat tawarkan upah yang bersaing.

Perusahaan perlu ketahui trend upah setiap tingkat dan spesialis tugas supaya bisa tentukan upah yang bersaing dan mengelola anggaran SDM.

Sawitri menjelaskan, berdasar hasil Laporan Upah JobStreet 2022 Indonesia mempunyai 37 industri dengan peningkatan upah sejumlah 46,3 %.

Perbankan dan keuangan, pengajaran, retail dan perdagangan, dan transportasi sebagai 4 industri paling besar di Indonesia yang alami peningkatan upah.

Lalu panduan yang ke-2 ialah memutuskan peraturan dan dasar kerja yang terang.

Simak juga: Menhub: Merayakan Idul Fitri Bersama Keluarga dengan Masih tetap Aplikasikan Prokes

Sawitri menjelaskan, berdasar data JobStreet jika pegawai memutuskan untuk bekerja secara gabungan di antara di kantor dan di dalam rumah, perusahaan harus dapat memutuskan peraturan dan dasar kerja yang terang, dan kemungkinan harus terbuka untuk memperkenankan pegawai untuk bebas bekerja secara hibrid.

Perusahaan perlu tentukan jam kerja yang fleksibel untuk pegawai karena data JobStreet menunjukkan jika selama saat wabah, pegawai berasa jam kerja mereka sudah bertambah.

“Perusahaan juga harus tetap menyiapkan keadaan kantor untuk dapat terima pegawai yang ingin WFO, terhitung prosedur kesehatan dan peralatan kerja di kantor,” ungkapkan ia.

Panduan yang ke-3 ialah targetkan program Employee Engagement. Selama saat wabah, jalinan antara pegawai menjadi satu diantara hal yang terpenting di perusahaan.

Data JobStreet menunjukkan jika saat ini, dua fokus pegawai saat bekerja ialah jalinan baik dengan rekanan kerja dan dengan atasan.

“Di sini lah employee engagement jadi penting. Program employee engagement bisa hasilkan komunikasi yang terbuka di dalam organisasi bisa memperhitungkan timbulnya change fatigue pada pegawai, ada pengetahuan mengenai peranan dan tanggung-jawab tiap pegawai, dan kepastian arah dan arah dari organisasi,” terangnya.

“Employee engagement dapat membuat budaya kerja yang kolaboratif untuk rekanan satu team, atasan dan rekanan antara seksi supaya semua pihak turut serta aktif di dalam meraih arah peralihan,” tambahnya.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments