Berikut Tips Penting Dalam Investasi Saham Atau Sukuk

  • Whatsapp
Berikut Tips Penting Dalam Investasi Saham Atau Sukuk

Direktur Program Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti memberikan panduan melakukan investasi di saham dan sukuk. Sudah diketahui pemerintahan buka periode penawaran Savings Bond Retail (SBR) seri SBR011 semenjak 25 Mei 2022 sampai 16 Juni 2022.

Sebagai investasi, dijumpai SBR011 ialah Surat Bernilai Negara Retail yang memberi keuntungan berbentuk coupon atau imbal hasil. Besarnya 5,5 %.

Read More

Dalam pada itu, beberapa emiten menyebar dividen. Salah satunya PTBA atau PT Bukit Asam Tbk yang membagi 100 % labanya untuk dividen, sebesar Rp 7,9 triliun.

Menyikapi hal itu, Esther memberikan dua panduan untuk Anda yang ingin melakukan investasi di saham, surat bernilai negara dan atau sukuk. Pertama, dengan pilih saham blue chip atau sukuk yang terang dan harus mengenali resikonya.

“Panduan investasi saham dan sukuk yakni yang pertama tentukan saham blue chip atau sukuk yang terang dan ke-2 harus analisis resikonya,” kata Esther dalam pesan tercatat ke Tempo, Kamis 26 Mei 2022.

Dia menjelaskan keadaan ekonomi sekarang ini beresiko tinggi untuk bermain investasi periode pendek. Oleh karena itu Esther menghimbau untuk pilih perusahaan yang esensialnya bagus.

“Jika saham umumnya high risk dan high return bila pemain periode pendek. Karena itu tentukan saham dari perusahaan yang esensialnya bagus. Misalkan saksikan jumlah asset perusahaan itu, tingkat keuntungan, prospect produk perusahaan itu, jumlah liquiditynya,” katanya.

Esther sampaikan untuk sukuk, pemain dianjurkan untuk pilih yang terang berapakah tingkat suku bunganya, tingkat pengembaliannya, berapakah lama periode waktunya. “Dibandingkan saham, karena itu sukuk lebih low risk tetapi low return,” katanya.

Dia juga merekomendasikan supaya tidak masukkan semua telur pada satu keranjang. Yang memiliki arti portofolio investasi harus dipisah.

“Tidak boleh semua ditempatkan di saham. Tetapi dipisah di tabungan, saham, deposito, sukuk, emas, bitcoin dan tipe portofolio investasi lainnya,” bebernya.

Untuk sukuk periode panjang, Esther merekomendasikan supaya beberapa pemain meletakkannya minimum lima tahun. “Jika saham, bergantung perform saham itu, kalau prospect saham itu bagus karena itu seharusnya periode panjang,” katanya.

Sebalinya bila perform emiten saham itu buruk, karena itu melakukan investasi secara temporer. “Buy and sell periode pendek,” katanya.

Baca : RUPST Merck Sepakati Pembagian Dividen Rp 107,5 Miliar

Turuti informasi terbaru dari Tempo di Google News, click di sini.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments