Bingung Mau Investasi Emas Atau Bitcoin? Simak Penjelasannya Berikut Ini

  • Whatsapp
Bingung Mau Investasi Emas Atau Bitcoin? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Dari dahulu, investasi emas sudah terkenal dan dipakai untuk jaga nilai asset supaya makin tidak turun. Tetapi, seiring berjalannya waktu, banyak investor yang mulai berminat untuk memakai Bitcoin sebagai asset, terhitung beberapa investor Bitcoin Indonesia.

Ke-2 tipe investasi ini menarik sebab bisa jaga nilai asset kita di masa datang supaya tapi dapat bertahan, khususnya saat keadaan ekonomi sedang kurang kuat. Tidaklah aneh jika Bitcoin juga sering dipanggil sebagai ‘emas digital.’

Read More

Sepintas, emas dan Bitcoin memang mempunyai peranan yang serupa. Tetapi, mana sebetulnya investasi yang lebih memberikan keuntungan dan aman di masa datang?

Untuk jawab pertanyaan itu, banyak hal berikut ini menjadi pemikiran untuk Anda.

1. Wujud asset

Emas ialah wujud investasi pada logam mulia. Umumnya, asset investasi ini mempunyai wujud fisik, yang dapat kita taruh sendiri. Bukan hanya terkenal sebagai perhiasan, emas juga dapat menjadi opsi investasi yang memberikan keuntungan karena mempunyai nilai yang lebih konstan.

Dan Bitcoin ialah asset digital kripto pertama, yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto di tahun 2009. Wujud asset Bitcoin tidak dapat kita pegang langsung dan tidak mempunyai bentuk fisik.

Bitcoin sendiri cuman berupa saldo, yang diletakkan dalam buku besar khalayak namanya Rantai-blok atau Blockchain. Pemilikan Bitcoin umumnya diletakkan dalam computer individu dengan file walet.

Tetapi, Bitcoin dapat dipakai untuk transaksi bisnis, tanpa memakai mediator seperti jasa bank.

2. Tersedianya asset

Emas datang dari sumber daya alam yang terbatas di bumi ini. Emas sendiri sebagai logam yang memiliki sifat lunak dan gampang ditempa. Emas kerap dikatakan sebagai logam mulia karena cukup sangat jarang.

Pada jaman dulu, beberapa orang yang memakai emas sebagai ‘mata uang’ atau nilai ganti. Berikut yang membuat emas sering jadi investasi karena punyai nilai yang lumayan besar.

Tetapi, kita tidak tahu sampai kapan tersedianya emas bakal ada. Kita juga tidak paham seberapa banyak emas yang masih ada dan seberapa banyak yang telah ditambang.

Ini pasti berlainan dengan Bitcoin dan mata uang kripto yang lain, yang disebut asset digital. Kita dapat ketahui seberapa banyak tersisa Bitcoin dan yang telah tersebar dipasaran.

Jumlah Bitcoin juga mempunyai info yang cukup terbuka. Sampai sekarang ini, ada 21 juta Bitcoin yang ada dan minimal 18,92 juta Bitcoin telah diperjualbelikan sampai Januari 2022.

Dengan ketahui jumlah Bitcoin sisa itu, kita juga menjadi lebih gampang menghitung berapakah lama Bitcoin akan habis ‘ditambang’. Disamping itu, kita bisa juga menyaksikan prospect atau turun naik harga di masa datang.

3. Penentuan harga membeli dan jual

Harga emas umumnya dikendalikan oleh bank sentra atau penopang peraturan. Umumnya, naik menurunnya harga emas disebabkan karena banyak hal, seperti ketidakjelasan keadaan global, penawaran dan keinginan emas, peraturan moneter, inflasi, dan nilai ganti dolar Amerika Serikat.

Saat nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat sedang menurun, karena itu bisa saja harga emas akan alami peningkatan. Disamping itu, inflasi bisa juga berpengaruh di harga emas. Saat inflasi bertambah, karena itu harga emas juga semakin lebih mahal.

Berlainan dengan asset Bitcoin, yang tidak mempunyai mekanisme terkonsentrasi untuk atur harga membeli dan jual. Tetapi, harga bitcoin masih tetap dikuasai oleh faktor-faktor, seperti peristiwa atau peralihan pasar ekonomi, sosial media, keinginan sari industri besar, dan peraturan atau kepastian hukum atas Bitcoin pada sebuah negara.

Peralihan di pasar ekonomi yang memengaruhi harga Bitcoin muncul karena turunya asset investasi lain, inflasi, dan lain-lain.

Tidak itu saja, investor retail juga gampang dipengaruhi oleh influencer besar. Misalkan, saat Elon Musk sempat tweet mengenai salah satunya mata uang kripto. Pada waktu itu, harga mata uang kripto itu juga alami peningkatan yang lumayan besar.

Harga Bitcoin ditetapkan oleh keinginan industri keuangan tradisionil dan perusahaan besar. Jika makin bertambah orang dan perusahaan yang beli Bitcoin dan berbisnis memakai asset digital ini, karena itu nilainya dapat makin tinggi. Begitupun kebalikannya.

Maka saat makin bertambah orang yang beli Bitcoin dan banyak yang jual, karena itu harga akan akan naik. Reputasi Bitcoin juga bisa juga membuat harga makin bertambah.

4. Factor Resiko

Tiap investasi pasti mempunyai factor resiko yang penting kita kenali lebih dulu. Investasi emas memang condong mempunyai harga yang lebih konstan. Walau demikian, ada banyak resiko investasi emas yang perlu kita cermati.

Hal pertama ialah emas palsu. Jika kita tidak betul-betul pahami kandungan dalam emas dan kandungannya, bisa jadi kita tertipu dengan nilai emas yang kita membeli.

Disamping itu, resiko paling besar dari investasi emas ialah kehilangan pemilikan emas. Jika kita tidak menyimpan secara benar, karena itu asset kita dapat lenyap demikian saja.Tempat terbaik untuk simpan emas, diantaranya di dalam rumah dengan menggunakan peti uang khusus, di bank, atau di pegadaian.

Sama mirip emas, investasi Bitcoin mempunyai resiko yang perlu kita ketahui. Nilai Bitcoin lebih volatil dibanding emas. Pada umumnya, harga Bitcoin dan mata uang kripto yang lain dapat alami pengurangan sampai lebih dari 20% pada suatu waktu. Walau keuntungan yang kita peroleh juga dapat semakin besar.

Resiko mata uang kripto yang lain ialah tidak ada agunan asset dari investasi yang dimasukkan. Dari sisi keamanan, saat investasi Bitcoin dan mata uang kripto yang lain, kita perlu siaga pada kejahatan siber atau gempuran cyber. Peretasan dapat menjadi satu diantara aspek terpenting kita kehilangan asset investasi Bitcoin yang kita punyai.

Begitu halnya penipuan transaksi bisnis, khususnya pada transaksi bisnis penjual dan konsumen lewat cara online. Untuk itu, kita perlu waspada saat menggunakan Bitcoin dan mata uang kripto yang lain saat berbisnis.

Lebih Baik Emas Atau Bitcoin?

Menyaksikan pemikiran di atas, pasti kita dapat pilih emas dan Bitcoin sebagai pilihan investasi. Tetapi, kita tetap harus arif saat menentukan investasi yang pas, bagus untuk periode pendek dan periode panjang.

Jika Anda tertarik untuk coba investasi kripto, yakinkan Anda lakukan transaksi bisnis jual dan membeli memakai program yang sudah dipantau oleh BAPPEBTI (Tubuh Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), seperti Luno Indonesia. Dengan demikian, Anda juga dapat investasi dengan semakin aman.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments