Bisnis Plan Serta Panduan Membuat Bisnis Plan Bagi Calon Pebisnis

  • Whatsapp
Bisnis Plan Serta Panduan Membuat Bisnis Plan Bagi Calon Pebisnis

Apa Itu Definisi Rencana Bisnis atau Business Plan?

Rencana bisnis atau business plan adalah pernyataan formal dan tertulis mengenai tujuan-tujuan dari sebuah bisnis dan cara mencapai tujuan tersebut. Kenyataannya banyak orang gagal membuat sebuah rencana bisnis disaat akan melakukan bisnis. Beberapa orang meyakini yang penting dari sebuah bisnis adalah jalankan saja.

Persiapan sebelum dan saat membuat bisnis plan

Sebelum dan saat memyusun sebuah bisnis plan, kamu bisa mulai dengan langkah-langkah berikut ini:

Kenali dulu bidang bisnis kamu

Yang pertama harus dilakukan tentu aja mengenal terlebih dahulu bisnis yang akan kamu jalankan. Kamu gak cuma tahu bakal jalankan bisnis apa, tetapi juga bagaimana detail bisnis tersebut.  Beberapa di antaranya adalah mengenali kekuatan dan kelemahan bisnis maupun perusahaan kamu. Kemudian, kamu juga perlu membaca peluang yang ada serta kompetitornya.

Menentukan target pasar

Selanjutnya, kamu juga perlu menentukan dan memahami target pasar yang sesuai dengan bisnis kamu. Gak lupa juga, kamu bisa sesuaikan rencana bisnis dengan target pasar. Dengan begitu, kamu bisa menyusun rencana dan strategi yang tepat di bisnis plan.

Siapkan rencana bisnis

Di tahap ini, kamu bakal diajak buat merealisasikan rencana bisnis kamu yang tertuang dalam bentuk proposal. Memang sih, membuat bisnis plan gak selalu harus dilakukan saat kamu pengin mulai usaha. Ada beberapa usaha yang mungkin gak perlu sebuah rencana bisnis.

Kemudian, bila kamu punya modal sendiri, mungkin kamu juga merasa gak harus membuat rencana bisnis. Tapi, jika kamu membuat rencana bisnis secara matang, hal tersebut bakal membantumu mulai berbisnis dengan lebih terstruktur.

Jenis-Jenis Business Plan

Sebelum memahami dasar-dasar dalam membuat business plan, tentu alangkah baiknya jika Anda memahami ada apa saja jenis-jenis business plan. Beberapa jenis business plan diantaranya adalah:

  1. Strategic Business Plan

  2. Start-up Business Plan

  3. Operation Business Plan

  4. Development Business Plan

  5. Growth Business Plan

Contoh proposal bisnis plan minuman boba

1. Latar belakang

Yang harus dipikirkan sebelum membuat bisnis plan di bagian paling awal adalah komponen latar belakang atau sebagian orang menyebutnya sebagai Executive Summary.

Di poin ini, kamu bisa menuliskan alasan-alasan mengapa ingin menghadirkan sebuah kedai minuman “Si Boba”, sejarah penemuan ide minuman boba, prestasi/keunggulan, hingga potensi yang mungkin bisa berkembang di masa depan.

Contoh penulisan latar belakang bisnis plan kedai boba

“Kedai boba merupakan usaha potensial yang mengedepankan bahan baku minuman segar dengan topping boba. Kedai kopi yang terletak di Sudirman, Bogor ini juga hanya menjual menu minuman topping boba racikan chef………”

Nah, di bagian latar belakang bisa diisi dengan tinjauan pustaka atau kutipan hasil penelitian manfaat mengonsumsi minuman boba dari universitas yang bisa dipertanggung jawabkan.

2. Penjelasan visi dan misi

Langkah selanjutnya adalah, menyusun visi misi usaha. Bagian ini sebaiknya dibuat dengan jelas dan gamblang agar tidak disalahartikan calon investor.

Contoh penulisan visi misi usaha di dalam bisnis plan

  • Visi: Menciptakan kedai minuman boba nikmat yang bisa diterima semua orang.
  • Misi: Memberikan cita rasa minuman boba terbaik dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

3. Gambaran produk

Kamu juga wajib mendeskripsikan produk bisnis dengan jelas dan mudah dimengerti ketika mengajukan bisnis plan ke calon investor.

Contoh penulisan gambaran produk di dalam bisnis plan

“Bisnis kedai Si Boba menjual minuman boba sebagai menu andalan. Selain itu, ada pula beberapa menu pendamping seperti aneka cake dan pastry, hingga makanan berat seperti pizza.”

4. Rencana usaha

Di bagian terakhir memuat informasi teknis yang cukup mendetail seputar bisnis yang ingin dikelola, di antaranya meliputi:

Persiapan

Seperti halnya menjalankan usaha pada umumnya, persiapan di sini meliputi informasi penjelasan seputar proses pencarian bahan baku, pengolahan, hingga bisa sampai ke target pasar. Contoh:

“Dalam usaha kedai Si Boba, bahan baku dibeli setiap tiga hari sekali. Jam operasionalnya sendiri mulai dari pukul 3 sore hingga jam 11 malam setiap hari.”

Strategi pemasaran

Nah, di bagian ini bisa diisi dengan berbagai metode pemasaran digital maupun tradisional untuk menarik calon pelanggan.

Kamu juga bisa menampilkan juga strategi pemasaran yang terdiri dari segmen pasar, target pasar, serta positioning produk agar bisa lebih bersaing dengan jenis usaha sejenis. Misalnya:

“Agar kedai Si Boba lebih dikenal, akan ada promo dari buzzer dan influencer sosial media. Selain itu, ada pula akun sosial media khusus untuk melakukan promosi lengkap dengan website yang berisi informasi promo dan konten-konten viral untuk menarik minat calon pelanggan.”

Meski promosi ini membutuhkan biaya, tetap tidak perlu dikhawatirkan sebab langkah ini merupakan salah satu instrumen investasi.

Rencana anggaran

Di bagian ini, kamu bisa menulis harga dan bahan baku yang digunakan secara detail dan terperinci. Misalnya:

  • Sewa ruko: Rp1.100.000
  • Pembelian boba:  @Rp100.000 x3 = Rp300.000
  • Paper cup: @Rp250 x 100 = Rp25.000
  • Biaya lainnya.

Sumber anggaran

Sumber anggaran bisa berasal dari dana pribadi, investasi, atau pinjaman. Tulislah keterangan informasi dari sumber dana tersebut secara rinci dan gamblang. Misalnya:

  • Modal pribadi: Rp15.000.000
  • Dana pinjaman: Rp5.000.000
  • Perkiraan dana dari investor: Rp20.000.000
  • Pendanaan lainnya.

Struktur organisasi

Yang namanya menjalani sebuah bisnis, tentu kita juga harus memiliki struktur organisasi yang jelas dan bisa diminta pertanggungjawaban.

Nah, untuk bisnis rintisan seperti kedai Si Boba, kamu tidak perlu memiliki struktur bisnis hingga level direktur, yang penting ada batasan yang jelas antara manajemen dan pengurus harian. Contoh:

  • Manager: Lufi
  • Bendahara: Stella
  • Pemasaran: Qori
  • Staf divisi lainnya

Beberapa alasan mengapa kita memerlukan sebuah rencana bisnis atau business plan adalah:

1. Blue Print

Rencana bisnis atau business plan dapat dijadikan blue print bisnis Anda. Perusahaan yang akan dibuat memiliki tujuan apa (visi)?

Bagaimana cara mencapai tujuan tersebut? Siapa saja anggota tim yang terlibat? Kapan bisnis dapat memulai memenuhi tujuannya?

Berikut ini 8 alasan, Anda perlu membuat rencana bisnis atau business plan:

  1. Kejelasan bisnis yang akan dikerjakan.
  2. Mengenal struktur dan strategi perusahaan.
  3. Mendapatkan penjelasan detil mengenai pasar.
  4. Mengetahui cara memasarkan bisnis.
  5. Menggali ide atau pemikiran awal.
  6. Mengetes perhitungan bisnis.
  7. Mempertajam sistem operasional.
  8. Mengenal pesaing

2. Sumber pendanaan

Sumber pendanaan dari pihak ketiga misal perbankan, investor atau modal ventura memerlukan dokumen tertulis untuk mengetahui bisnis yang akan dibuat. Oleh sebab itu tantangan pertama seorang calon entrepreneur adalah membuat rencana bisnis atau business plan yang menjual. Ada banyak versi yang menjelaskan mengenai bisnis dan rencana bisnis. Salah satunya adalah pendapat dari Garret Sutton.

Garret Sutton adalah seorang pakar dalam hukum bisnis dan penulis buku The ABC’s of Writing Winning Business Plan. Beliau menyebutkan bahwa “Bisnis adalah sebuah rencana, bukan produk atau prosedur.”

Perencanaan bisnis harus menjawab 3 pertanyaan penting bagi investor atau kreditur:

  1. Apakah saya dapat menghasilkan uang dengan berinvestasi di bisnis ini? Pertanyaan ini ingin berusaha menyakinkan kepada investor atau kreditur mengenai risiko dan imbal hasil, jika mereka berinvestasi di bisnis kita.
  2. Apakah saya menyukai dan mengerti bisnis tempat saya berinvestasi ini?
  3. Apakah saya mempercayai orang-orang dengan siapa saya berinvestasi?

 

3. Berkomunikasi dengan Seluruh Pemilik Saham

Bisa jadi dalam bisnis yang kita buat, melibatkan beberapa pihak, misal ada beberapa rekan bisnis. Oleh sebab itu business plan dapat digunakan untuk memberikan persepsi yang sama mengenai bisnis.

 

Sebelum memulai usaha luangkan waktu untuk menulis atau membuat sebuah rencana bisnis.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments