Cara Mudah Mengitung Margin Keuntungan Dalam Sebuah Bisnis

  • Whatsapp
Cara Mudah Mengitung Margin Keuntungan Dalam Sebuah Bisnis

Tujuan dari suatu bisnis adalah memeroleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Sehingga, perlu adanya penghitungan agar Anda dapat menilai keefektifan usaha yang tengah dijalani.

Untuk mengetahui hal terebut, terdapat cara menghitung margin keuntungan yang perlu dilakukan. Selain itu, penghitungan keuntungan bisa menjadi salah satu indikator untuk mengukur kinerja sehingga bisa mengembangkan bisnis dengan lebih optimal.

Pengertian Margin Keuntungan

Margin keuntungan merupakan indikator dimana Anda dapat menggunakannya untuk melihat besarnya uang yang didapatkan dari berbagai aktivitas operasional pada bisnis yang sedang dilakukan. Cara menghitung margin keuntungan juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa baik Anda memakai penghasilan dalam membayar semua pengeluaran bisnis.

Sehingga, margin keuntungan akan menentukan besarnya persen pendapatan yang diperoleh dari bisnis. Margin keuntungan memiliki kaitan yang erat dengan pengukuran profitabilitas suatu bisnis.

Margin keuntungan juga menjadi indikator seberapa sehat bisnis Anda. Pun, bisa memengaruhi keputusan bisnis agar dapat menjadi lebih baik. Cara menghitung margin keuntungan berfungsi sebagai tolak ukur bagi investor dalam membandingkan bisnisnya dengan performa dari para kompetitor.

Dalam penghitungan ini, terdapat istilah margin keuntungan (laba) serta laba bersih. Keduanya memiliki perbedaan dimana margin keuntungan adalah indikator yang berbentuk presentase. Untuk laba bersih sendiri nilainya berbentuk nominal mata uang yang digunakan oleh suatu bisnis.

Tujuan Menghitung Margin dalam Bisnis

Berikut adalah beberapa tujuan mengapa margin sangat penting bagi perusahaan dan harus dihitung dengan baik dan benar berdasarkan rumus yang ada.

1. Mengetahui Keuntungan Perusahaan

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa untuk mengetahui untung atau tidaknya perusahaan perlu dilakukan perhitungan profit margin. Dengan ini, kita dapat mengetahui apakah bisnis yang dijalankan oleh suatu perusahaan telah mencapai target atau belum.

Apabila sudah diketahui berapa persen keuntungan dari perusahaan, ini dapat menjadi motivasi agar perusahaan berusaha lebih keras lagi untuk menambah keuntungan yang didapat dari yang sudah ada. Namun, jika margin mengalami penurunan maka perlu dilakukan evaluasi karena perusahaan mengalami kerugian

2. Mengetahui Pertumbuhan Perusahaan

Perusahaan yang baik adalah perusahan yang dapat bertumbuh secara berkala. Pertumbuhan perusahaan dapat dilihat dari persentase dari hasil hitungan margin. Persentase keuntungan ini akan dibandingkan dengan persentase keuntungan perusahaan dari periode sebelumnya. Apabila terlihat bahwa persentase cenderung naik dari periode sebelumnya, berarti perusahaan mengalami pertumbuhan.

3. Menarik Para Investor

Investor akan memberikan investasinya kepada suatu perusahaan jika perusahaan tersebut dinilai memiliki potensi keuntungan secara terus menerus. Investor sangat berhati-hati saat memilih perusahaan untuk berinvestasi, ia tidak akan memilih perusahaan yang bermasalah dan tidak mengalami pertumbuhan sama sekali.

Margin dibuat sebagai bukti bahwa perusahaan mengalami pertumbuhan sesuai dengan yang diperkirakan oleh investor. Perhitungan akan terus dilakukan, hal ini juga dapat menjadi portofolio perusahaan kepada para investor.

Cara Menghitung Margin dalam Bisnis Berdasarkan Jenisnya

Setelah dijelaskan mengenai margin dan tujuannya. Berikut adalah beberapa cara untuk menghitung profit margin berdasarkan jenisnya. Jenis dan caranya beragam karena laba juga memiliki banyak jenis yang dilihat dari komponen pembentuknya.

1. Margin Laba Kotor

Perhitungan dalam margin ini didapatkan dengan cara total pendapatan yang dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP), lalu dibagi dengan total pendapatan dan dikali 100 persen untuk melihat hasil persentasenya.

Rumusnya seperti ini:

Margin Kotor =  (Total Pendapatan – HPP) / Total Pendapatan x 100%

Jenis margin ini menggunakan perhitungan yang sederhana karena tidak melibatkan utilitas dan biaya lainnya. Fungsi perhitungan ini untuk mengetahui produk mana yang memiliki keuntungan dan tidak.

2. Margin Laba Bersih

Margin laba bersih ini digunakan untuk mengetahui keuntungan yang diraih perusahaan selama waktu tertentu. Perhitungan pada margin ini dikurangi dengan biaya utilitas lainnya seperti, pajak, sewa, investasi dan lain-lain.

Rumusnya seperti ini:

Margin Bersih = (Total Pendapatan – HPP – Biaya Operasional – Biaya Pajak – Biaya Lain-lain) / Total Pendapatan) x 100%

3. Margin Laba Operasional

Perhitungan margin laba operasional ini bertujuan untuk menghitung keuntungan perusahaan dari hasil pendapatan dengan biaya operasional yang mencakup semua total penjualan, utilitas, administrasi, dan lain-lain. Tetapi perhitungan ini tidak termasuk pajak, utang, dan biaya lain di luar operasional.

 

Meningkatkan Margin Keuntungan

Dalam rangka mengevaluasi hasil penjualan, maka pebisnis harus mampu menghitung nilai margin keuntungan secara berkala. mBisa mingguan, harian, atau bulanan. Nah, Anda dapat menentukan sendiri berapa periode yang akan dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Namun, untuk bisnis yang cukup besar, cara menghitung margin keuntungan harus dilakukan secara periodik dan rutin. Sehingga, akan berguna untuk memberikan laporan pada para peminjam dana maupun untuk investor.

Untuk memperbesar nilai dari margin keuntungan, Anda dapat mengurangi biaya pembayaran pada bisnis dan meningkatkan penjualan bersih pada bisnis. Sedangkan untuk memeroleh nilai penjualan bersih yang tinggi, maka Anda bisa juga meningkatkan harga jual serta menambah kuantitas dari produk. Selain itu, pangkas biaya-biaya yang tidak semestinya dibayarkan dengan mereview pembayaran lagi.

Secara singkat, peningkatan nilai margin keuntungan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yakni:

  1. Mengganti atau menghilangkan produk yang tidak terlalu laku. Sebab, produk ini akan tertumpuk di gudang sehingga tidak bisa menghasilkan banyak uang.
  2. Mengurangi perlengkapan yang tidak terlalu dibutuhkan. Sebab, bisa menjadi pemborosan bisnis.
  3. Pitching vendor yakni dengan mencari pemasok dengan penawaran harga paling murah tanpa mengorbankan kualitas dari produk.

Untuk bisa meningkatkan nilai dari margin keuntungan, maka Anda juga harus meningkatkan penjualan produk. Beberapa tips berikut dapat Anda pertimbangkan.

  • Meningkatkan harga : Jika reputasi bisnis Anda telah berkembang, maka Anda dapat mulai menaikkan harga produk asal sesuai dengan penilaian yang wajar dan masih dapat melakukan persaingan dengan kompetitor Anda.
  • Memberikan diskon untuk produk yang hampir kedaluarsa : Ketimbang berakhir di pembuangan, maka berikan diskon agar pelanggan tertarik membeli. Sehingga, barang akan menjadi uang.
  • Mengembangkan upaya menarik pelanggan : Anda dapat merambah sosial media dan mengembangkan strategi digital marketing untuk meningkatkan penjualan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai cara menghitung profit margin. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ia punya, profit margin bisa menjadi satu indikator yang dapat digunakan untuk menghitung tingkat laba dari sebuah bisnis.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments