Investor Nangis Karena Belum Dapat Keuntungan! Ini Kata Ustadz Yusuf Mansur

  • Whatsapp
Investor Nangis Karena Belum Dapat Keuntungan! Ini Kata Ustadz Yusuf Mansur

Lilik Herlina bercerita pertama kali keluarkan uang untuk melakukan investasi dalam project hotel haji dan umrah yang dicetuskan oleh Jam’an Nurchotib Mansur alias Ustaz Yusuf Mansur dkk.

Ia tidak sanggup membendung emosi saat menceritakan.

Bahkan juga sambil menangis, masyarakat Boyolali, Jawa tengah, itu menjelaskan sudah habiskan uangnya sejumlah Rp 12 juta untuk investasi itu.

Uang itu datang dari dana penghentian hubungan kerja (PHK) dianya.

Lilik bercerita, dia melakukan investasi sesudah menyaksikan Yusuf Mansur mempromokan program investasi itu saat isi acara ceramah yang ditayangkan stasiun tv swasta pada 2013.

Ia waktu itu langsung tertarik.

Dia lalu mengontak nomor yang tercantum pada acara itu dan memperoleh nomor rekening khusus untuk program investasi itu.

Sesudahnya, Lilik segera mentransfer uang sebesar Rp 12 juta.

“Pada akhirnya saya turut. Saya transfer saat itu di antara bulan Mei/Juni tahun 2013. Itu dari uang PHK saya,” kata Lilik sambil menangis, saat dijumpai sehabis sidang pertama tuntutannya, di Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Kamis (6/1/2022).

Waktu itu, Lilik tidak mempunyai pemikiran jelek jika program investasi itu akan memiliki masalah.

Dijanjikannya keuntungan 8 %

Tidak lama sesudah mentransfer uang Rp 12 juta, Lilik memperoleh sertifikat kepesertaan program investasi itu.

Dalam sertifikat itu diterangkan jika Lilik akan memperoleh keuntungan sebesar delapan % /tahun.

Dia makin berasa suka dengan program itu saat ketahui jika investor memiliki hak bermalam di hotel dan apartemen haji/umrah sepanjang 12 hari /tahun.

Adapun hotel itu sekarang namanya Hotel Siti di Kota Tangerang.

Hari ganti minggu, minggu ganti bulan, dan bulan ganti tahun, Lilik selalu menanti ada keuntungan dari investasi itu.

Tetapi, penantiannya tidak juga berbuah hasil.

Faksi Yusuf Mansur dkk benar-benar tidak memberikan berita berkaitan keuntungan yang hendak didapat Lilik.

Bahkan juga, Lilik tidak dapat mengontak faksi Yusuf Mansur dkk.

Dia juga tidak tahu perkembangan perubahan hotel sebagai object investasi.

“Sesudah jalan lama, tidak ada berita. Saya kirim chat WhatsApp, tidak ada balasan, tidak ada yang bernama group investor, itu tidak ada benar-benar,” tutur Lilik.

Balik modal nyaris delapan tahun

Nyaris 9 tahun semenjak melakukan investasi di project Yusuf Mansur dkk pada 2013, sampai sekarang, awalnya 2022, Lilik tidak pernah memetik keuntungan yang dijanjikannya.

“Saat saya bisa sertifikat (kepesertaan), di sana dicatat bakal ada keuntungan delapan % yang hendak dibagi ke investor tiap tahun, tetapi (sampai) sekarang ini belum diberi,” papar Lilik.

Boro-boro bisa untung, Lilik bahkan juga sekian tahun tidak balik modal.

Uang investasi Lilik baru dibalikkan dengan bertahap semenjak 2020, nyaris 8 tahun sesudah dia melakukan investasi.

Pada Desember 2020, uang yang dibalikkan sejumlah Rp 6,enam juta.

Lalu, pada Januari 2021, uang Lilik dibalikkan sejumlah Rp 5,lima juta.

“Lama sekali dibalikkan, awalnya investasi 2013, dibalikin 2021,” sebut Lilik.

Tidak cuma Lilik yang tidak pernah memetik hasil investasinya.

Atikah sama. Seperti Lilik, Atikah ketahui investasi garapan Yusuf Mansur dari acara ceramah di tv, lalu melakukan investasi Rp 12 juta pada 2012.

Atikah dijanjikannya akan memperoleh keuntungan sebesar delapan % /tahun.

“Satu saham investasi harga Rp 12 juta, saya ikut-ikutan sekitaran tahun 2012. Belum pernah mendapat untung sampai saat ini,” kata Atikah.

Tuntutan Rp 785 juta

Karena ada hak-hak yang belum diterima, Lilik bersama 11 investor yang lain melontarkan tuntutan perdata pada Yusuf Mansur dkk di PN Tangerang.

Lilik dan 11 investor yang lain menuntut Yusuf Mansur dkk yang diperhitungkan lakukan ingkar janji alias wanprestasi atas dana investasi uang patungan usaha hotel dan apartemen haji dan umrah.

Dalam tuntutannya, beberapa penggugat menuntut Yusuf Mansur dkk untuk bayar rugi sampai Rp 785,36 juta.

Kuasa hukum dari 12 penggugat, Ichwan Tony, menjelaskan jika uang ganti kerugian Rp 785,36 juta itu terdiri dari rugi material dan rugi immateriil.

pemerinciannya, rugi immateriil yaitu Rp 500 juta.

“Tuntutan immateriil Rp 500 juta karenanya pemikiran ada yang ketekan, biaya, kita bolak-balik ke situ,” sebut Ichwan.

Selanjutnya, rugi material sejumlah Rp 285,36 juta sebagai modal investasi yang diberikan keduabelas penggugat ke Yusuf Mansur.

Rugi material terbagi dalam besaran hasil investasi yang dijanjikannya Ustaz Yusuf Mansur.

Respon Yusuf Mansur

Dalam sidang pertama Kamis tempo hari, Yusuf Mansur tidak datang. Ia diwakilkan kuasa hukumnya.

Tetapi, terakhir dia sampaikan respon ke mass media.

Yusuf Mansur akui suka saat kasus sangkaan ingkar janji (wanprestasi) yang menangkap dianya dibawa ke ranah hukum.

“Saya justru sukai jika sudah dibawa ke lajur hukum, baik kepolisian atau pengadilan. Professional saja, jadi terang-benderang,” tutur Yusuf Mansur dalam info yang diterima, Jumat (7/1/2022).

Menurut Yusuf, bila kasus itu cuman tersebar di sosial media karena itu yang ada hanya diskusi kusir alias bantah-membantah.

Dia memvisualisasikan bantah-membantah itu sebagai “amunisi content”.

“Karena, jika di medsos (media sosial), semuanya menjadi berbantah-bantahan, dan justru jadi amunisi content baru terus. Tidak apapun, (content) jadi rejeki buat beberapa orang. Senang-senang saja,” tuturnya.

Yusuf akui tidak cuman digugat 1x atas kasus yang serupa, tapi sampai 3x.

Ia menjelaskan, sidang pertama kali dalam tuntutan pertama berjalan pada 5 Januari 2022.

Selanjutnya, sidang pertama tuntutan ke-2 berjalan pada 6 Januari 2022 dan sidang pertama tuntutan ke-3 berjalan pada 18 Januari 2022.

Semua di PN Tangerang.

Menurutnya, investasi yang digugat oleh beberapa faksi itu sebetulnya telah sukses secara misi serta visi keumatan.

“Perjalanan yang digugat ini, sebetulnya, secara misi visi keumatan, telah sukses banget-banget. Saya dkk, dengan ijin Allah, bawa umat jadi punyai asset management syariah, salah satu saat ini,” tuturnya. (*)

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments