Kripto Kembali Menguat! Ternyata Inilah Penyebabnya

  • Whatsapp
Kripto Kembali Menguat! Ternyata Inilah Penyebabnya

Riset pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan gerakan bitcoin, ethereum, dan asset kripto berkapitalisasi pasar khusus yang lain kembali kuat ini hari. Pengokohan ini karena investor taruhan berkenaan data inflasi Amerika Serikat (AS) sampai bertambahnya kemelut di Kazakhstan.

“Bertambahnya kemelut di Kazakhstan sebagai salah satunya pemroduksi tambang Bitcoin paling besar ke-2 dunia jadi factor peningkatan asset kripto ini hari,” tutur Ibrahim dalam tayangan persnya, Senin, 10 Januari 2022. Selainnya dipengaruhi dari kekuatan pengetatan peraturan moneter The Fed, pasar kripto di lain sisi kelihatan masih kurang kuat karena imbal hasil (yield) obligasi pemerintahan AS (Treasury) bertenor sepuluh tahun yang kembali kuat. Bahkan juga hampir sentuh 1,8 %.

Read More

“Gerak yield mempunyai korelasi negatif pada asset safe haven. Bila yield naik, karena itu harga asset safe haven akan turun dan berlaku kebalikannya,” katanya.

Menurut dia, peningkatan suku bunga referensi membuat investor condong melirik ke asset berpenghasilan masih tetap seperti obligasi pemerintahan, karena imbal hasilnya akan turut terkerek dan investor condong tinggalkan asset beresiko seperti kripto dan saham.

“Disamping itu, Kazakhstan menghangat karena tindakan protes dan kekacauan. Semenjak kekerasan pecah pada Selasa, 4 Januari 2022, sampai Kamis, 6 Januari 2022, beberapa puluh orang meninggal dan 1.000 beberapa luka,” terang ia.

Keadaan ini sempat membuat terusiknya kegiatan keuangan masyarakat. Bank Nasional Kazakhstan bahkan juga hentikan semua operasional organisasi perbankan dan ATM di negara itu karena dimatikannya koneksi internet oleh pemerintahan pusat. Keadaan ini punya pengaruh pada penambangan Bitcoin.

Protes anti-pemerintah di Kazakhstan, yang awalannya dipacu oleh peningkatan harga bahan bakar, akan memengaruhi jaringan bitcoin. Negara Asia tengah itu ialah pusat penambangan bitcoin paling besar ke-2 di dunia. Pemerintahan Kazakhstan tahun akhir lalu mulai menangani beberapa penambang, karena cemas proses intens energi memakai kebanyakan daya.

“Kripto peluang akan tutup sejumlah kerugian dalam minggu ini, karena peluang komentar hawkish Powell dan bertambahnya inflasi AS dan ketidakjelasan Kazakhstan karena demo yang berdarah,” terang Public Relation Manajer Litedex Protocol David Saragih menambah. Dalam seminggu paling akhir, sebagian besar kripto khusus big cap masih mencatatkan revisi sampai belasan %. Bahkan juga, kapitalisasi pasar Bitcoin terus berkurang, di mana sekarang ini telah capai USD791 miliar, semakin menjauhi dari rekor yang sempat dibuatnya pada November 2021 lalu yang capai USD1,3 triliun.

Merilis data CoinMarketCap per jam 09.00 WIB, cuman coin digital (token) sejenis stablecoin dan Cardano yang diperjualbelikan di zone merah di hari ini. Cardano menurun 1,57 % ke tingkat harga USD1,17 per coin atau sama dengan Rp16.731 % coin.

Sementara bekasnya masih menghijau di hari ini. Bitcoin meningkat tipis 0,07 % ke tingkat harga USD41.786,94 per coin atau sama dengan Rp597,55 juta per coin. Ethereum kuat 1,3 % ke tingkat USD3.147,45 per coin atau Rp45,01 juta per coin dan Terra melejit 6,28 % ke USD72,18 per coin atau sama dengan Rp1,03 juta per coin.

Dalam perdagangan sore hari ini, ethereum di basis Litedex Protocol pada jam 15.00 WIB menurun pada harga USD3.161,35 atau naik 1,72 % dengan volume transaksi bisnis sebesar USD12,20 miliar dengan kapitalisasi pasar USD376,80 miliar.

“Dan untuk perdagangan esok, ethereum peluang dibuka naik-turun tetapi ditutup kuat di range USD3.140,30 sampai USD3.210,50,” tandas David.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments