Penyebab Utama Nilai Saham Bisa Naik Dan Turun Yang Wajib Kalian Ketahui

  • Whatsapp
Penyebab Utama Nilai Saham Bisa Naik Dan Turun Yang Wajib Kalian Ketahui

Di tengah masyarakat modern investasi merupakan hal yang sudah tidak asing lagi, termasuk dalam hal mengetahui harga saham yang sering naik turun. Saham merupakan indikasi dari majunya perekonomian suatu negara. Negara yang telah mengetahui dengan baik tentang keuntungan berinvestasi, akan memiliki angka berinvestasi yang tinggi dibandingkan  negara lainnya. Tidak sedikit kisah sukses yang tercipta dari seseorang yang membeli saham dan memperoleh keuntungan finansial karena suksesnya perusahaan.

Meski terdengar sangat fantastis, ada hal yang harus dipikirkan yaitu harga saham bukanlah produk yang stabil, ada kalanya nilai saham mengalami kenaikan maupun atau penurunan. Lalu pasti anda mulai bertanya dalam hati, apa saja sih faktor yang membuat nilai saham naik turun seperti komoditi di pasar? Namun yang perlu diketahui naik turunnya nilai ekonomi dari produk finansial apapun adalah hal yang lumrah. Bahkan kalau pasar saham bersifat statis, justru tidak akan menarik banyak investor. Naik turunnya harga saham sendiri dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan masyarakat.

Read More

Berikut 5 hal yang perlu anda ketahui tentang penyebab naik dan turunnya harga saham.

1. Berita Aksi Korporasi

Berita yang dipublikasikan secara luas oleh media massa dapat menjadi pertimbangan bagi para pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi. Berita ini dapat berupa berita yang dikategorikan sebagai “berita baik” atau “berita buruk”.

Pada umumnya, berita yang berpengaruh terhadap keputusan investasi para pelaku pasar adalah berita rencana aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka. Aksi korporasi itu dapat berupa merger (penggabungan), akuisisi, right issue usaha dan sebagainya.

Salah satu contoh berita rencana aksi korporasi yang diikuti lonjakan harga saham adalah rencana merger PT BRI Syariah Tbk. (BRIS) dengan bank syariah BUMN lainnya yaitu PT Bank Mandiri Syariah dan PT BNI Syariah.

Rencana merger itu menyebabkan saham BRIS naik drastis bahkan hingga menyentuh Auto Reject Atas (ARA) dalam beberapa hari perdagangan menyusul sejumlah berita mengenai rencana penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA).

Namun, berita mengenai rencana aksi korporasi juga bisa diikuti penurunan harga saham dalam jangka pendek seperti yang terjadi dalam kasus akusisi Pinehill Company Limited oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).

Akuisisi dengan nilai transaksi yang cukup fantastis untuk skala Indonesia, US$2,99 miliar (sekitar Rp44 triliun) itu diikuti penurunan harga saham ICBP dan induk usahanya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).

Selain berita media massa, rumor yang beredar di kalangan pelaku pasar juga dapat berpengaruh terhadap pergerakan harga suatu saham. Misalnya, rumor akuisisi PT PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) oleh perusahaan teknologi Gojek. Di tengah rumor tersebut, saham ARTO sempat melesat hingga ratusan persen.

2. Kebijakan Pemerintah

Sebagai investor yang berpengalaman, kebijakan pemerintah terhadap pergerakan ekonomi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Beberapa kebijakan yang berpengaruh misalnya seperti keputusan ekspor-impor, pemberlakuan bea cukai, utang, Penanaman Modal Asing (PMA), kebijakan perseroan, dan banyak yang lainnya.

Meski masih wacana, kebijakan tersebut akan menjadi hal yang sensitif untuk naik turunnya harga saham, khususnya dalam trading harian.

3. Fundamental Perusahaan

Aspek fundamental perusahaan dapat berpengaruh dalam pengambilan keputusan investasi saham. Sebagai contoh sederhana adalah ketika sebuah perusahaan terbuka mengumumkan laporan keuangannya untuk suatu periode.

Para pelaku pasar akan mengambil keputusan investasi (jual, beli atau tahan) saham dari kinerja tersebut. Misalnya, sebuah perusahaan mengumumkan peningkatan penjualan yang drastis dalam satu tahun. Peningkatan penjualan itu diikuti dengan peningkatan laba bersih serta laba per saham.

Peningkatan kinerja positif itu dapat mendorong peningkatan permintaan terhadap saham perusahaan tersebut. Begitupula sebaliknya ketika sebuah perusahaan membukukan penurunan kinerja atau bahkan kerugian. Para pelaku pasar dapat menjual saham perusahaan tersebut.

Perlu diketahui, kendati membaca laporan keuangan yang sama, keputusan seorang investor bisa berbeda dari investor lainnya karena adanya perbedaan analisa, prediksi dan kepentingan.

4. Fluktuasi Kurs Rupiah

Nilai mata uang asing (terutama dolar) sangat berpengaruh pada naik turunnya harga saham di bursa. Konsekuensi dari naik turunnya nilai mata uang tersebut memberikan dampak positif maupun negatif bagi perusahaan – perusahaan tertentu, khususnya yang memiliki beban utang mata uang asing. Sebab hal ini akan berakibat pada meningkatnya biaya operasional dan secara otomatis mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan.

4. Psikologi Pasar

Psikologi pasar dapat dipahami sebagai respon para pelaku pasar terhadap suatu kondisi tertentu. Respon psikologis itu dapat terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari kecemasan, keberanian hingga ikut-ikutan (herd behavior).

Salah satu contoh psikologi pasar ini adalah ketika sebagian besar pelaku pasar mengalami kepanikan akibat penyebaran virus corona hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia. Pada saat itu, indeks saham di sejumlah negara, termasuk Indonesia mengalami penurunan drastis dalam beberapa hari.

Dari uraian diatas mengenai penyebab naik turunnya harga saham, apakah anda mulai tertarik untuk berinvestasi saham ? Jika anda masih ragu untuk berinvestasi di skala besar, ada baiknya anda mencoba berinvestasi di Koala Finansial. Silahkan klik disini dan anda akan dibantu oleh para ahlinya untuk menentukan, jenis investasi apa yang sesuai dengan kebutuhanmu. Semoga bermanfaat !

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments