Ragam Investasi Syariah Untuk Sobat Muslim Yang di Jamin Halal

  • Whatsapp
Ragam Investasi Syariah Untuk Sobat Muslim Yang di Jamin Halal

Banyak orang ragu melakukan investasi karena khawatir instrumen investasi yang dipilihnya tidak halal. Jika kamu memikirkan hal yang sama, ada berbagai jenis investasi syariah yang sebenarnya bisa kamu pilih.

Secara umum, investasi syariah adalah investasi yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Berbagai hal yang bertentangan dengan ajaran agama Islam tidak akan menjadi sumber keuntungan dalam investasi syariah.

Read More

Lalu, apa saja jenis investasi syariah yang bisa dipilih? Berikut kami berikan beberapa rekomendasinya!

1. Reksadana Syariah
Dibandingkan saham, reksa dana syariah memiliki risiko yang lebih rendah. Oleh karena itu, reksa dana syariah sangat cocok bagi investor pemula. Bahkan untuk memulainya saja, kamu bisa mulai dengan modal Rp 100 ribu.
Pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional. Reksa dana dapat dianggap syariah jika akad, cara pengelolaan, dan portofolionya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal yang tertulis dalam peraturan OJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

2. Saham Syariah

Saham merupakan salah satu jenis investasi yang bisa mendatangkan keuntungan besar. Tak heran, banyak orang memilih untuk berinvestasi saham. Namun, banyak orang meragukan apakah saham termasuk investasi yang halal atau tidak.

Dalam investasi syariah, tidak ada istilah riba atau bunga. Hal ini kemudian diterapkan pada berbagai saham yang kemudian disebut sebagai saham syariah.  Pada dasarnya, jenis investasi syariah yang satu ini adalah saham dari emiten-emiten yang menerapkan prinsip syariah di pasar modal.

Menurut situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), ada dua jenis saham syariah. Pertama, saham syariah yang berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Kedua, saham syariah yang dicatatkan oleh emiten atau perusahaan publik syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2015.

3. Investasi Properti

Dalam konsep syariah, investasi tanah atau bangunan termasuk halal. Investasi properti syariah sama halnya seperti investasi properti pada umumnya, yaitu murni jual beli tunai maupun kredit antara pihak konsumen dan pihak pengembang.
Terdapat beberapa perbedaan dengan KPR secara konvensional, yang mana dengan sistem syariah maka konsumen tidak akan dikenakan biaya administrasi. Perbedaan lainnya ketika melakukan pembelian, dengan sistem syariah maka pembelian dilakukan langsung kepada pengembang tanpa menggunakan pihak ketiga. Selain itu juga investasi properti syariah biasanya memilih sistem keuangan dengan prinsip syariah yang mana tidak akan menggunakan bunga.

4. Sukuk

Dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan, sukuk ritel adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia sebagai instrumen investasi.

Sukuk ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah dan telah dinyatakan syariah oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penerbitan sukuk ritel menggunakan akad wakalah dan ijarah.

Dana yang dihimpun berdasarkan hasil penerbitan jenis investasi syariah yang satu ini akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara untuk disewakan kepada pemerintah.

Kemudian, pemerintah akan memanfaatkannya untuk pembiayaan proyek pembangunan negara. Maka, selain berinvestasi untuk diri sendiri, kamu juga berkontribusi dalam kemajuan negara. Kamu akan mendapat imbalan dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.

3. Deposit Syariah

Jenis investasi syariah ini prisipnya seperti tabungan berjangka. Kamu akan menyimpan sejumlah dana, yang kemudian dikelola oleh pihak bank dengan batas yang disepakati. Kamu pun akan memperoleh hasil dengan jumlah yang sesuai kesepakatan.
Yang menjadi perbedaan dengan deposito konvensional adalah memberikan bunga, sedangkan deposito syariah menggunakan akad mudharabah dan menawarkan nisbah atau bagi hasil dari investasi ke produk usaha yang halal.
Itulah 5 jenis investasi syariah yang bisa kamu pilih. Kelima jenis investasi tersebut umumnya sudah diawasi oleh para ahli ekonomi syariah, sehingga kesesuaiannya dengan prinsip Islam lebih terjaga.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments