Seberapa Aman Investasi Reksadana?

  • Whatsapp
Seberapa Aman Investasi Reksadana?

Reksadana adalah suatu bentuk investasi berupa kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi dan ditempatkan dalam aset-aset keuangan seperti saham, obligasi dan deposito. Investasi reksadana mirip dengan menabung tetapi bisa memberikan keuntungan yang lebih besar karena ada potensi pertumbuhan modal di masa depan.

Memang investasi bisa memberikan keuntungan, tetapi ada juga risikonya. Hal ini yang membuat orang awam takut dan khawatir tentang keamanan investasi mereka. Ada dua hal yang perlu dipahami oleh investor tentang reksadana: keamanan dan risiko.

1. Keamanan

Reksadana adalah salah satu produk investasi resmi yang diatur dan diawasi oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan. Bahkan saat ini, OJK mulai mengatur dan mengawasi perusahan dan produk keuangan yang berbasis teknologi (fintech/financial technology).

Semua yang berkaitan dengan reksadana pasti diawasi oleh OJK, mulai dari produk reksadana itu sendiri, manajer investasi yang mengelolanya, agen penjual reksadana yang menyalurkan produk, hingga bank kustodian yang menyimpan uang investor.

PT Bareksa Portal Investasi, yang menjalankan marketplace Bareksa.com, juga sudah memiliki izin sebagai agen penjual reksadana (APERD) resmi yang beroperasi di Indonesia.

Reksadana yang dijual di Bareksa, para manajer investasi dan bank kustodian yang saat ini ada juga semua memiliki lisensi dan diawasi oleh OJK. Pihak-pihak ini berlaku profesional dan harus tunduk pada aturan yang berlaku.

Dana yang ada pada reksadana pun secara aman disimpan pada Bank Kustodian atau bank umum yang mendapatkan izin untuk melakukan fungsi kustodian (penyimpanan) dari OJK. Sehingga investor tidak perlu khawatir uangnya akan disalahgunakan atau dibawa kabur oleh perusahaan pengelola  investasi (manajer investasi) ataupun APERD tempat kita membeli

2. Risiko

Sebagai produk investasi, reksadana memiliki risiko yang datang dari isinya atau kumpulan asetnya (portofolio). Produk ini menanamkan uang di instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi yang pergerakannya cukup fluktuatif, alias bisa naik dan turun dalam jangka waktu yang cepat.

Dalam hal ini, potensi risiko yang dapat terjadi pada reksadana adalah berkurang atau menurunnya nilai aset yang kita investasikan akibat pasar keuangan yang berfluktuasi. Meskipun begitu, penurunan yang terjadi ini tidak sampai membuat dana yang tersimpan pada reksadana menjadi Rp0 atau hilang tak tersisa sama sekali.

Bagaimana Investasi Aman

Untuk memastikan investasi Reksadana paling aman, Anda cukup memastikan ke 5 hal berikut:

1. Punya Ijin OJK

Setiap Reksadana harus memiliki ijin, yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak pengelola Reksadana, yaitu Manajer Investasi, wajib pula punya ijin. Tugas Anda memastikan bahwa Reksadana yang akan dibeli memiliki ijin – ijin tersebut.

Jika tidak punya ijin atau ijinnya meragukan, sebaiknya jangan berinvestasi dulu. Investasi bodong  tidak memiliki ijin dari otoritas. Sehingga banyak hal yang dilanggar yang merupakan persyaratan pengelolaan investasi yang sehat.

Problemnya, banyak investor yang lalai soal pentingnya ijin. Karena silau dengan tawaran keuntungan selangit, banyak yang lupa mengecek  ijin, atau mengabaikannya saat janji keuntungan begitu menggiurkan.

Padahal, setinggi apapun potensi return investasi, hal itu tidak akan ada artinya jika tidak memiliki ijin resmi dari otoritas keuangan.

Dimana ijin bisa dilihat ? Sangat mudah, yaitu dalam Prospektus.

Apa itu Prospektus ?

2. Prospektus Reksadana

Prospektus adalah buku manual berinvestasi di Reksadana.

Dalam prospektus, Anda bisa memperoleh semua informasi penting mengenai Reksadana. Misalnya,

  • Manajer Investasi,
  • Kelengkapan Ijin
  • Kebijakan Investasi
  • Biaya
  • Tata cara pembelian serta penjualan, dan lain – lain.

Sebuah kewajiban bagi Anda untuk membaca Prospektus sebelum berinvestasi.

Kalau pun terlambat, sudah berinvestasi  baru baca, itu masih bisa dimaklumi. Tapi jangan sampai tidak pernah membacanya.

3. Tujuan Investasi Sesuai Reksadana

Aman tidaknya berinvestasi amat ditentukan oleh sesuai tidaknya antara jenis Reksadana yang dipilih dan Tujuan Keuangan yang ingin dicapai.

Contohnya sebagai berikut: tujuan berinvestasi adalah persiapan dana pendidikan anak dalam 5 bulan yang akan masuk TK.

Karena tergiur melihat tingginya kenaikkan harga saham, Reksadana Saham dipilih untuk tujuan tesebut.

Tiba – tiba harga saham anjlok. Unfortunately, saat bulan ke 5 dimana Anda butuh uang, harga saham sedang turun ke dasar, sehingga  tidak ada dana pendidikan yang bisa diambil dari Reksadana.

Kesalahan memilih jenis investasi berbuah pada kerugian.

Andaikan investasi tadi ditempatkan dalam Reksadana Pasar Uang. Kemungkinan besar dananya siap di bulan ke 5.  Karena Reksadana Pasar Uang paling aman. Fluktuasi harga dan risikonya rendah, meskipun keuntungannya jauh lebih kecil dibandingkan Reksadana Saham.

Jadi kecocokan antara jenis Reksadana yang dipilih dengan tujuan atau kapan investasi dibutuhkan, sangat kritikal dalam menentukan  besar kecilnya resiko.

4. Laporan Reksadana

Setiap bulan pihak Manajer Investasi mengirimkan laporan investasi Anda di Reksadana.

Di laporan tercantum hal-hal penting sebagai berikut:

  • Posisi Nilai investasi.
  • Pembelian Unit Reksadana
  • Penjualan Unit Reksadana

Laporan ini wajib Anda baca dan pastikan isinya sudah akurat. Ini adalah bukti kepemilikan investasi Anda.

Saya menyarankan menggunakan fasilitas Reksadana Online karena laporan tersedia secara real-time dan bisa dicek kapan saja.

5. Reksadana Online

Ini sejumlah alasan kenapa Anda perlu Reksadana Online:

Pertama, memantau nilai investasi di Reksadana bisa dilakukan saat Anda dimana saja dan kapan saja. Hambatan waktu dan tempat tidak ada lagi karena semua dilakukan via online.

Kedua, investasi bisa mulai dari Rp 100 rb. Dengan nilai minimum investasi yang kecil, Anda bisa membatasi eksposur keuangan di Reksadana dengan lebih mudah.

Related posts

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments