Setelah Naik 40% Bulan Kemarin, Berikut Prediksi Bitcoin Bulan Ini

  • Whatsapp
Setelah Naik 40% Bulan Kemarin, Berikut Prediksi Bitcoin Bulan Ini

Sesudah naik nyaris 40% bulan kemarin, ke mana harga Bitcoin bulan ini? KONTAN.CO.ID – Reli harga Bitcoin sepanjang Oktober lalu sudah tempatkan asset kripto dengan kapitalisasi pasar paling besar di dunia itu pada injakan yang kuat mendekati tatap muka bank sentra AS, Inggris, dan Australia.

Harga Bitcoin naik nyaris 40% pada Oktober lalu, capai rekor paling tinggi baru selama hidup di US$ 66.975 karena investor menyongsong positif penyeluncuran ETF (ETF) berbasiskan Bitcoin berjangka di AS.

Itu ialah reli prosentase sebulan paling besar semenjak Desember 2020, berdasar data CoinDesk.

Sementara beberapa indikator khusus memberikan dukungan tindak lanjut yang positif dalam beberapa waktu kedepan, itu kemungkinan bukan perjalanan yang mulus bila bank Federasi Reserve AS (The Fed) dan bank sentra khusus yang lain lakukan pengurangan stimulan.

Baca : Membeli 3 asset ini, Robert Kiyosaki ingatkan stres baru di AS

Peraturan yang dikenali sebagai tapering itu mempunyai potensi mengguncangkan pasar saham.

“Sentimen bullish Bitcoin masih tetap pada pucuknya,” kata Jehan Chu, Managing Mitra di Kenetic Capital yang berbasiskan di Hong Kong, ke CoinDesk.

“Tetapi, bila pasar khalayak labil ada di belakang pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed, harga Bitcoin dapat terbawa ke revisi kecil sesudah tembus paling tinggi selama hidup,” katanya.

Tatap muka The Fed pada Rabu (3/11) secara luas diprediksi akan usai dengan umumkan gagasan untuk memulai kurangi pembelian obligasi US$ 120 miliar /bulan.

Baca : Harga Shiba Inu naik 6%, riset ini anjurkan untuk terlepas kripto meme

Prediksi ini sudah memacu ambil resiko yang belum sempat terjadi awalnya di semua pojok pasar keuangan sepanjang 18 bulan akhir.

Selainnya tatap muka The Fed, investor akan memantau tatap muka Reserve Bank of Australia (RBA) pada Selasa (2/22) dan keputusan suku bunga Bank of England di Kamis (4/11), dan laporan nonfarm payrolls AS pada Jumat (5/11).

Merujuk data CoinDesk, harga Bitcoin pada Senin (1/11) jam 20.45 WIB berada di US$ 61.933,55 atau naik 2,55% dibandingkan status 24 jam awalnya.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments