Strategi Bisnis Baru Di Balik Tutupnya Giant

  • Whatsapp
Strategi Bisnis Baru Di Balik Tutupnya Giant

Sejarah Giant

Kisah Giant ini dimulai di tahun 1944 saat toko pertama keluarga Teng Meng Chun dibuka di Sentul Pasar, Malaysia lalu diperluas dengan pembukaan pusat minimarket Teng di Bangsar pada 1974. Akhirnya Giant melakukan pengembangan hingga ke luar negeri mulai dari Singapura hingga Indonesia.

Di Indonesia sendiri Giant memulai sayapnya di tahun 2002 dan berlokasi di Villa Melati Tangerang. Segmentasi Giant ini adalah mereka yang menginginkan belanja dengan harga yang murah. Di tahun 2013 Giant mengalami perubahan identitas dengan merubah dari Giant Hypermarket menjadi Giant Extra, sedangkan Giant Supermarket menjadi Giant Express.

Read More

Dari perubahan tersebut juga Giant melakukan perubahan konsep, selain itu Giant Ekstra juga menjadi pemimpin pasar dalam harga murah dengan produk yang lengkap untuk kebutuhan bulanan konsumen. Sedangkan Giant Ekspres menjadi pemimpin pasar dalam harga murah dengan pelayanan yang cepat untuk konsumen.

Kenapa Giant Tutup? Berikut Fakta Mengenai Tutupnya Gerai Supermarket Giant di Indonesia!

1. Gerai Giant akan diubah menjadi IKEA

Dalam kurun waktu dua tahun, HERO Group menargetkan untuk menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA kami dibanding 2020, serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir 2022.

Sebagai bagian dari fokus baru ini juga, PT Hero Supermarket Tbk. akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan. Selain itu, PT Hero Supermarket Tbk. juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.

2. Bakal fokus ke pengembangan bisnis IKEA, Guardian dan Hero Supermarket

Patrik menjelaskan bahwa HERO Group bakal memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

“Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia; sebuah tren yang juga terlihat di pasar global,” jelas Patrik.

“Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” sambung dia.

Fakta Giant Tutup dan  Hengkang dari Industri Supermarket di Indonesia

  • Tumbang Bukan karena Bisnis Online

Banyak isu yang berkembang terkait awal penutupan gerai Giant dikarenakan meningkatnya penggunaan transaksi secara online. Tetapi, APRINDO selaku asosiasi bisnis terkait menyatakan bahwa penutupan ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut.

  • Tidak Ada Kepastian Status Pegawai

Apabila melihat dari kecenderungan serta kabar yang beredar, status pegawai sendiri memang akan dirumahkan. Tetapi, ada harapan karyawan bisa menerima kabar baik, terlebih lagi dengan pengembangan supermarket Hero ke depannya.

  • Efektivitas Bisnis

Selaku pihak manajemen juga mengaku bahwa giant tutup ini adalah hal yang lumrah terjadi karena hal ini juga merupakan strategi bisnis perusahaan dalam melakukan efektivitas bisnis yang dikelola.

  • Memberikan Diskon Besar

Untuk menghabiskan stok barang yang dimiliki oleh Giant, banyak gerai Giant yang akhirnya memberikan diskon atau potongan harga yang cukup besar. Hal ini dilakukan agar ketika waktu tutup nanti tidak ada stok barang yang terbuang sia-sia.

  • Perubahan Brand

Pada awalnya, mungkin Hero memiliki brand yang lebih dikenal oleh masyarakat. Tetapi, brand tersebut lama kelamaan mulai tergerus dengan naiknya brand Giant, lalu kembali pihak manajemen mengatakan akan lebih fokus untuk menggarap brand Hero untuk dikembangkan.

Itulah alasan di balik tutunya salah satu supermarket terbesar di Indonesia, semoga bisa menjadi pelajaran untuk semua teman-teman pebisnis lainnya.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments