Strategi Jitu Investasi Reksadana Manulife Yang Sedang Moncer

  • Whatsapp
Strategi Jitu Investasi Reksadana Manulife Yang Sedang Moncer

Performa reksadana saham belum juga maksimal sejauh 10 bulan awal 2021. Mengarah data Infovesta Khusus, pada masa itu, performa rerata reksadana saham yang tercermin dari Infovesta 90 Equity Fund Indeks masih terevisi 0,56%.

Walau sebenarnya, pada masa yang serupa, Index Harga Saham Kombinasi (IHSG) yang sukses mencatat perkembangan sampai 10,24%.

Walaupun begitu, masih ada banyak produk reksadana saham yang malah sanggup melampaui performa index reksadana saham itu. PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) melalui produknya Manulife Saham Unggulan (MSA) bahkan juga sukses melampaui ke-2 benchmark dengan tumbuh 26,01% pada 10 bulan awal pada tahun ini.

Chief Economist dan Investment Taktikst MAMI Katarina Setiawan menjelaskan resep apiknya performa MSA ialah memakai taktik high conviction. Dia menerangkan, taktik itu lebih mengutamakan ke pendekatan bottom up saat menentukan beberapa saham yang dipercayai mempunyai prospect esensial yang baik pada periode panjang.

“Ada empat persyaratan khusus sebagai konsentrasi kami saat lakukan penyeleksian saham, yaitu growth, cashflow, manajemen, dan valuation,” kata Katarina saat dikontak Kontan.co.id, Rabu (3/11).

Katarina menambah, secara peruntukan bidang, MSA berisi beberapa saham dari bidang keuangan, tehnologi, alami sumber, dan telekomunikasi.

Bila mengarah Fund Fact Sheet MSA, per 30 September, 10 saham sebagai hebat holdings ialah PT Astra International Tbk (ASSI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Berdikari Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), PT M Kontan Integratif Tbk (MCAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Pada tersisa dua bulan akhir di tahun ini, dia menyaksikan pasar saham Indonesia punyai outlook yang positif. Ini searah dengan berkurang nya kasus Covid-19 dalam negeri dan kelonggaran restriksi mobilisasi yang mempunyai potensi memberikan dukungan kegiatan ekonomi yang akan datang.

Selama ini, Katarina ngomong faksinya tidak ada gagasan untuk lakukan perubahan taktik pengendalian MSA. Menurut dia, taktik itu selama ini telah sesuai filosofi MAMI dan hasilkan performa yang bagus dan stabil.

Dalam jaga resiko investasi, dia menyebutkan tetap lakukan penganekaragaman portofolio yang maksimal. Disamping itu, terus memantau tingkat treking error supaya sama sesuai dalam bentang tingkat yang diharap

“Dan selalu aktif mengawasi perubahan performa beberapa perusahaan yang diinvestasi dalam rencana memperhitungkan dinamika peralihan yang terjadi,” tambah Katarina.

Sementara untuk tahun depannya, Katarina percaya reksadana saham akan mempunyai outlook yang lebih bagus dari tahun ini karena perbaikan perekonomian lebih bagus bersamaan dengan tingkat vaksinasi yang telah lebih bagus.

Disamping itu, suku bunga Bank Indonesia diprediksikan masih tetap akomodatif untuk memberikan dukungan perbaikan perekonomian. Dia melihat dari penekanan inflasi yang rendah di Indonesia tetap suportif untuk suku bunga pada tingkat akomodatif.

“Keseluruhannya, ekonomi pada transisi rekondisi menurut kami bisa menjadi factor positif untuk performa pasar saham,” tutup Katarina.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments