Tips Dan Modal Awal Bisnis Frozen Food Yang Saat Ini Menjadi Trend

  • Whatsapp
Tips Dan Modal Awal Bisnis Frozen Food Yang Saat Ini Menjadi Trend

Apa itu Bisnis Frozen Food?

Frozen food merupakan makanan beku, yakni makanan cepat saji yang tahan lama, tidak mudah basi karena penyimpanannya di suhu dingin (keadaan beku).

Untuk penyajiannya, hanya perlu dengan menggoreng atau mengukus, tergantung pada petunjuk penyajian di kemasan. Makanan beku ini telah lahir sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Masyarakat China dan Romawi memanfaatkan es salju untuk mengawetkan makanannya di sepanjang musim.

Namun di Indonesia, makanan beku baru ada setelah tahun 1930 dengan pelopor adalah orang-orang China dan Jepang. Clarence Birdseye memperkenalkan produk makanan bekunya seperti sayuran, buah, seafood serta daging.

Dalam proses pembekuan olahan makanan setengah matang ini harus melalui beberapa tahap. Mulai dari persiapan bahan baku, proses percetakan, pelapisan, penggorengan, pembekuan, hingga pada proses pengemasan.

Kali ini frozen food hadir tidak hanya sebatas berbahan daging sapi atau ayam dalam pembuatan nugget dan sosis. Akan tetapi, makanan seperti bakpao, pizza, donat, dan jenis lainnya sudah menjadi dari bagian bisnis usaha frozen food juga.

Ada pula jenis makanan beku yang berbahan dasar ikan. Contohnya seperti risol ikan, samosa tuna, nugget udang, tempura, hingga siomay ikan dan olahan makanan lainnya.

Tips Bisnis Frozen Food

1. Menentukan Jenis Produk Jualan dan Supplier

Langkah pertama, Anda bisa memulai dengan memilih jenis produk yang akan Anda jual. Lakukanlah riset mengenai apa yang target pasar Anda sukai, atau ke orang-orang terdekat Anda. Serta, pilihlah makanan yang sifatnya praktis jika disajikan. Umumnya, jenis makanan beku yang disenangi orang Indonesia adalah daging atau produk olahan daging, seperti nugget atau bakso.

Setelah menentukan jenis produk makanan yang akan Anda jual, tentukan juga supplier produk tersebut yang harga dan produknya sesuai dengan kebutuhan Anda. Disarankan agar Anda membeli produk tester terlebih dahulu untuk dicoba sendiri.

2, Perhatikan Kemasan

Selanjutnya, Anda juga harus memperhatikan kemasan produk Anda. Terutama di masa pandemi seperti ini, ketika segala sesuatu harus serba aman dan higienis. Pastikan bahwa kemasan Anda tidak mengubah kualitas dan rasa dari produk yang Anda jual.

Gunakanlah plastik khusus untuk menyimpan makanan beku. Selain itu, produk yang Anda jual juga harus di vakum sebelum dikemas untuk mengurangi udara. Setelahnya, Anda bisa memberikan label dan keterangan kadaluarsa produk tersebut. Setelah dikemas, pastikan juga untuk menyimpan frozen food tersebut dalam kulkas dengan suhu tidak lebih dari 18 derajat celcius.

3. Gunakan teknologi digital 

Permudah operasional bisnis frozen food yang hendak Anda lakukan dengan melibatkan fitur-fitur apik dari kemajuan teknologi digital terkini. Seperti GoBiz dari Gojek misalnya, fitur ini berguna untuk pemesanan secara online yang sudah terintegrasi dengan GoFood. Tidak hanya mempermudah pebisnis, tetapi juga konsumen yang hendak memesan makanan beku dari Anda. Apalagi aplikasi GoBiz ini juga sifatnya mobile dan mudah digunakan.

Selain mendukung pemesanan bisnis frozen food secara online, GoBiz juga sudah terintegrasi dengan fitur GoFood, sehingga Anda dapat menjangkau lebih banyak lagi pembeli di pasar online. Ditambah para pelanggan Anda nantinya akan dimudahkan dengan fitur pembayaran non-tunai. Jenis teknologi digital seperti inilah yang dapat membantu Anda mempertahankan bisnis terus berjalan di tengah kondisi sekarang ini.

4. Masuk pasar online

Masuk pasar online akan membantu Anda untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Platform online juga bisa digunakan sebagai media untuk melakukan ekspansi bisnis sehingga produk frozen food Anda bisa semakin banyak dikenali oleh pasar.

Ini berarti, tidak ada salahnya untuk mulai menggunakan media sosial juga sebagai medium berjualan. Anda bisa memberikan informasi pada konsumen terkait produk-produk dari bisnis frozen food Anda sendiri, termasuk memberikan promosi khusus melalui media sosial bisnis frozen food ini sebagai bagian dari strategi pemasaran. Selain itu dengan memiliki akun media sosial, para pelanggan yang menyukai produk frozen food Anda juga akan dengan mudah mempromosikan bisnis ini.

5. Miliki izin edar resmi

Mengingat bisnis frozen food ini berarti menjual produk makanan, maka sudah dapat dipastikan Anda harus mengikuti regulasi agar menjamin bahwa produk yang dijual aman. Oleh sebab itu, pastikan Anda telah memiliki izin edar resmi untuk produk makanan beku Anda ini sebelum dijual luas di pasaran. Dengan begini, konsumen juga akan semakin percaya dengan makanan beku yang Anda jual karena sudah teruji aman dan baik untuk dikonsumsi.

 

Estimasi modal serta keuntungan

Di tengah pandemi, Anda tentunya berharap dapat tetap mengkonsumsi makanan yang baik dan aman, serta praktis saat akan menyajikannya. Ini sebabnya bisnis frozen food sendiri memiliki peluang yang bagus.

Berikut adalah ulasan estimasi modal serta keuntungan dari memulai bisnis frozen food. Melalui estimasi ini, Anda bisa memperkirakan berapa modal dan waktu yang Anda butuhkan agar bisnis frozen food ini bisa berjalan dan akhirnya menguntungkan.

Peralatan yang dibutuhkan

Kebutuhan Jumlah Harga
Etalase produk Rp 2.300.000,-
Kompor, gas LPG Rp 330.000,-
Mesin giling daging Rp 1.650.000,-
Panci, wajan, spatula Rp 590.000,-
Mesin blender Rp 210.000,-
Talenan, pisau, baskom Rp 150.000,-
Meja, kursi Rp 500.000,-
Timbangan, sendok Rp 200.000,-
Pengangkat makanan Rp 30.000,-
Nampan, serbet Rp 70.000,-
Tempat sampah Rp 100.000,-
Mesin kode kadaluarsa Rp 1.250.000,-
Mesin vakum sealer Rp 1.750.000,-
freezer Rp 3.000.000,-
Peralatan lainnya Rp 250.000,-
Total modal peralatan Rp 12.380.000,-

Biaya kebutuhan operasional per bulan

Kebutuhan Jumlah Harga dibayar
Nugget ayam 30 kg Rp 750.000,-
Bakso sapi 30 kg Rp 750.000,-
Tempura 20 kg Rp 700.000,-
Siomay 20 kg Rp 400.000,-
Kentang 30 kg Rp 600.000,-
Kornet sapi 20 kg Rp 500.000,-
Roti bun burger 10 kg Rp 250.000,-
Daging 30 kg Rp 1.200.000,-
Sayur-mayur 5 kg Rp 100.000,-
Bumbu dasar Rp 250.000,-
Kemasan Rp 500.000,-
Sabun cuci 5 liter Rp 75.000,-
Gas LPG 5 kali isi ulang Rp 375.000,-
Sewa tempat 1 bulan Rp 500.000,-
Air, listrik 1 bulan Rp 1.200.000,-
Gaji karyawan 2 orang Rp 2.000.000,-
Biaya penyusutan 1 bulan Rp 217.000,-
Total biaya operasional per bulan Rp 10.367.000,-

Dengan perhitungan modal awal, biaya penyusutan termasuk total biaya operasional per bulannya, Anda kemudian dapat menghitung estimasi keuntungan saat menjalankan bisnis frozen food ini. Berikut cara menghitung keuntungannya, dengan estimasi harga jual rata-rata.

Harga jual produk rata-rata Target jual produk per bulan Pendapatan per bulan
Rp 20.000,- 50 produk X 30 hari Rp 30.000.000,-
Pendapatan per bulan Biaya operasional per bulan Keuntungan per bulan
Rp 30.000.000,- – Rp 10.367.000,- Rp 19.633.000,-

Dengan keuntungan per bulan sebesar Rp 19.633.000,- kalau dibandingkan dengan besaran modal awal yang diperlukan sebesar (modal peralatan dan operasional bulan pertama) Rp 20.997.000,-, maka dibutuhkan paling tidak waktu dua bulan untuk mengembalikan modal awal yang Anda keluarkan untuk bisnis frozen food ini.

Untuk merintis usaha di bidang kuliner, bisnis frozen food ini membuka peluang cukup besar. Gunakan komitmen dan konsisten agar usaha Anda berjalan dengan lanca

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments