Tips Mengatur Keuangan Untuk Biaya Ibadah Haji

  • Whatsapp
Tips Mengatur Keuangan Untuk Biaya Ibadah Haji

Beberapa saat paling akhir ini ramai dikabarkan mengenai periode nantikan barisan beribadah haji di Indonesia yang paling panjang. Selainnya lewat program haji reguler, ada pula alternative haji khusus (ONH Plus) atau haji furoda yang tanpa berbaris.

Untuk yang sekarang ini sedang berencana untuk naik haji, Investment Spesialis PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha menjelaskan, penting untuk pilih sama sesuai gagasan keberangkatan, kekuatan ekonomi, dan tentu saja dengan lakukan rencana keuangan yang masak.

“Beribadah haji membutuhkan penyiapan yang masak. Pada awal, penyiapan keuangan penting, karena untuk memperoleh nomor antrean keberangkatan harus ada setoran awalan yang harus dibayar,” kata Dimas dalam tayangan jurnalis, Jumat (17/6/2022).

Simak juga: Bank Berdikari Gelontorkan Rp 2,1 Miliar untuk Bangun Sarana Desalinasi Air Laut di Labuan Bajo

Sebagai info, ongkos haji reguler yang diputuskan oleh pemerintahan untuk tahun 2022 sekitar di antara keseluruhan Rp 35 juta sampai Rp 42 juta. Nominal itu, dipisah dalam dua term pembayaran, yaitu setoran pertama sejumlah Rp 25 juta untuk memperoleh nomor barisan, dan setoran ke-2 atau pembayaran pelunasan pembayaran dari bekasnya ketika telah memperoleh kejelasan keberangkatan.

“Pada haji khusus dan haji furoda, ongkos yang diperlukan jauh di atas angka itu. Disamping itu, calon jamaah haji harus juga menimbang factor inflasi. Menjelang keberangkatan, dana yang perlu dibayar kemungkinan telah di atas Rp 10 juta,” terangnya.

Lalu, bagaimanakah cara mengelola keuangan untuk kepentingan ongkos haji? Berikut dua panduan mengelola keuangan untuk mempersiapkan dana haji:

1. Mengatur ulangi fokus keuangan

Bila kemauan dan niat telah bundar, biasanya usaha untuk meraih arah keuangan akan berasa lebih enteng. Supaya dana haji bisa terkumpul sama sesuai saat yang diharap dan jumlah yang diperlukan, Anda harus isi pos dana haji secara disiplin dan teratur.

“Mengatur ulangi fokus keuangan. Bila penghasilan tidak dapat ditambahkan, karena itu pengeluaran harus dikurangkan. Tentukan pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat, misalkan pos selingan. Turunkan ongkos atau frekwensi makan di luar rumah dan lebih selective dan hemat saat lakukan pembelanjaan/pengeluaran,” terang Dimas.

2. Diamkan uang bekerja untuk Anda

Karena periode nantikan yang lumayan panjang pada haji reguler dan haji khusus, Anda tidak boleh biarkan uang terkikis inflasi di rekening tabungan. Menurutnya, reksa dana bisa menjadi salah satunya alternative untuk simpan dan meningkatkan pos dana haji.

Selanjutnya, Dimas menyarakan untuk lakukan penganekaragaman pada bermacam tipe reksa dana, dimulai dari reksa dana pasar uang yang mempunyai resiko relatif rendah, reksa dana penghasilan rutin dengan resiko yang, sampai reksa dana saham yang mempunyai resiko tinggi.

Dalam investasi berlaku konsep high risk high return dan low risk low return. Kekuatan untung yang tinggi mempunyai tingkat resiko yang tinggi, dan demikian juga kebalikannya. Reksa dana saham syariah bisa digunakan untuk penyiapan naik haji periode panjang.

“Bila waktu planing yang dipunyai lumayan singkat, sekitaran 1-2 tahun, taruh di instrument dengan resiko yang relatif rendah. Bila masih panjang, di atas sepuluh tahun, silahkan memperbanyak jatah di reksa dana saham. Warga dapat manfaatkan reksa dana dengan resiko yang lebih rendah,” terang ia.

Related posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments